This Blog was been Created to all of you want to share and get information, because of I write this blog by study and write so this blog is not perfect so don't be shy to leave your comment. Hope you enjoy the information in this content thanks for visit My Blog
Selasa, 21 Desember 2010
Biografi M.jordan
Michael Jeffrey Jordan lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 17 Februari 1963. Ia merupakan pemain terkenal di dunia dalam cabang olahraga itu. Setidaknya, enam kali merebut kejuaraan NBA bersama kelompok Chicago Bulls (1991-1993, 1996-1998). Ia memiliki tinggi badan 198 cm dan merebut gelar pemain terbaik.
Kehidupan Pribadi
Pada 1985, ia bertemu dengan Juanita Vanoy dan menikah pada 2 September 1989 di Little White Chapel (Las Vegas). Dari pernikahan mereka lahir tiga anak, yaitu Jeffrey, Marcus, dan Jasmine. Mereka bercerai setelah 17 tahun mempertahankan pernikahannya. Bahkan, keduanya sama-sama mengaku sudah tinggal terpisah sejak Februari 2006. Puncaknya terjadi pada 2002.
Ketika itu, ia mengaku bahwa dirinya membayar Karla Knafel sebesar US$ 250 ribu untuk menjaga kerahasiaan hubungan. Knafel mengatakan bahwa Jordan menyebut pernikahannya sebagai "hubungan bisnis".
Mendengar hal itu, Juanita langsung mengajukan tuntutan cerai dan meminta separo dari total kekayaannya yang disebut mencapai US$ 400 juta (sekitar Rp 3,6 triliun). Juanita juga menuntut kepemilikan rumah mewah dan hak asuh ketiga anak.Jordan kemudian bekerja keras menyelamatkan rumah tangganya. Sebulan kemudian, Juanita membatalkan tuntutannya.
Sejak Februari 2006, Juanita tinggal di Highland Park (Illionis), sedang Jordan di pusat Chicago. Akhirnya, keduanya memutuskan berpisah dan berbagi aset sekaligus hak asuh anak. Sidang perceraian berlangsung di Lake County, Amerika Serikat.
Karier
Awalnya Jordan menekuni Bisbol. Posisinya waktu itu adalah pitcher. Saat masih main di Little League, dia pernah mencetak rekor 2 kali no-hitters alias nggak ada satu pun bola lemparannya di pukul lawan.
Ini membuat Jordan makin menekuni Bisbol. Memasuki SMP, ketertarikan Jordan pada olahraga makin menjadi. Nggak hanya Bisbol,
dia sempat menjajal American football, dan tentunya Basket. Jiwanya makin kompetitif. Dia pernah berkata “saya nggak suka kekalahan. Dan di lain sisi, saya juga suka sama tantangan!”. Semakin gede tantangan
yang di hadapi, biasanya dia akan bekerja atau berlatih makin keras. Semangat ini di pahami oleh kedua orang tuanya. Untuk menyeimbangkan sekaligus memberi dukungan. Orang tua Jordan hampir setiap waktu datang ke semua pertandingan anaknya. Nggak peduli hasilnya menang atau kalah, mereka selalu ngasih support buat Jordan.
Hal itu berlanjut, ketika Jordan udah memilih basket sebagai cabang olahraga utama yang di sukainya. Persisnya ketika dia masih duduk di bangku SMA. Walaupun masih sering berlatih Bisbol dan Football. Dia ingin banget masuk tim basket sekolahnya. Kepilih sih, tapi bukan jadi pemain. Melainkan jadi manajer pemain cadangan. Karena postur tubuhnya kurang tinggi untuk seorang pemain basket. Begitulah, selama turnamen berlangsung Jordan Cuma bisa duduk di pinggir lapangan, melihat teman –temannya main. Sembari ngebagiin handuk.
Di situ dia bertekad, gimanapun caranya dia harus masuk dalam daftar pemain di turnamen berikut. Mulai deh Jordan berlatih gila- gilaan. Nggak hanya buat ningkatin skill basket, tapi juga untuk menambah tinggi badannya. Dia pun sering membolos dan menghabiskan waktu di gym. Sampe –sampe dia kena skors dari sekolah.
Ia mulai berkarier di NBA pada 1984 dan bergabung dengan klub Chicago Bulls hingga 1998. Selama kariernya, ia telah mengoleksi enam gelar juara dan lima kali ditunjuk sebagai MVP reguler. Pemilik nama terkenal Air Jordan ini pensiun dari
dunia basket pada 2003 setelah dua tahun bergabung dengan Washington Wizards. Setelah itu, ia menjadi pengusaha. Selain tercatat sebagai pemilik Bobcats, Jordan sibuk dengan bisnis properti.
Kabar tentang kemampuan bermain basket Michael Jordan yang terbilang luar biasa akhirnya terdengar oleh pelatih tim basket Universitas Carolina Utara, UNC (University of North Carolina), Dean Smith. Smith merekrut Jordan untuk bergabung dalam tim basket yang dia latih pada 1981. Dari sinilah awal bintang Jordan mulai bersinar. Dalam tim basket di UNC, Jordan menjadi pemain yang luar biasa.
Oleh karena itu, meskipun belum tergabung dalam tim basket yang profesional, Jordan diminta membela tim nasional Amerika Serikat dalam Olympic Games pada 1984 di Los Angeles, California. Dalam kompetisi tersebut, Jordan dapat membuat 17,1 poin tiap gamenya dan berhasil memboyong medali emas.
Masa-Masa Emas Michael Jordan
Pada 1984, Michael Jordan memulai karir profesional setelah terpilih sebagai anggota tim basket NBA, Chicago Bulls. Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam bermain basket, Jordan berhasil mengantarkan Bulls untuk menjadi juara kompetisi basket NBA sebanyak 6 kali, yaitu kompetisi 1991, 1992, 1993, 1996,1997, dan 1998. Michael Jordan juga berhasil menjadi pemain yang paling berharga bagi tim NBA pada 1988, 1991, 1992, 1996, dan 1998.
Selain bersinar dalam timnya, Jordan dan beberapa pemain NBA lainnya, seperti Scottie Pippen, Larry Bird, Magic Johnson, dan pemain-pemain top NBA lainnya yang tergabung dalam tim nasional basket Amerika Serikat juga berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan dunia basket pada 1992 di Barcelona, Spanyol.
Selama membela Chicago Bulls, Jordan pernah berhenti bermain basket pada 1993 dan mencoba menjadi pemain baseball profesional. Akan tetapi, tidak lama kemudian Jordan kembali bergabung dengan Chicago Bulls pada 1995 dan kembali membawa Bulls menjadi juara tiga tahun berturut-turut (1996-1998).
Akan tetapi, pada 1999 Jordan kembali meninggalkan dunia basket profesional. Pada musim kompetisi 1999-2000, Jordan kembali terjun ke dunia basket, tetapi bukan sebagai pemain. Dia menjadi pemilik dan presiden tim basket Washington Wizards. Karena Wizards terpuruk, pada 2001 Jordan kembali menjadi pemain. Dia dikontrak oleh Wizards untuk dua tahun kompetisi.
Sekembalinya sebagai pemain, Jordan tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pemain hebat, tetapi dia tidak mampu mengangkat prestasi Wizards yang pada akhirnya tim ini tidak lolos play off. Oleh karena itu, untuk ketiga kalinya pada tahun 2003, menghargai kerja keras dan ketekunan untuk mencapai hasil yang di inginkan. Jordan pun jadi rajin ngejalanin hobi olahraganya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Surat P erjanjian K erja K aryawan Perjanjian ini dibuat di Medan pada hari (….), tanggal (….), b...
-
Surat Perjanjian Gadai Mobil Pada hari ini, (….) tanggal (….) bulan (….) tahun (….) telah diadakan...
-
Akronimisasi adalah proses pembentukan sebuah kata dengan cara menyingkat sebuah konsep yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi lebih da...
-
Dalam hal-hal tertentu tidaklah praktis untuk menggunakan cek/giro bilyet sebagai alat pembayaran seperti untuk pembelian perangko, pembayar...
-
karena saya sering di pangil dodo, jadi iseng2 saya cari info tentang burung dodo deh,hehe.... nah Burung Dodo punah pada 168, Burung Dod...
-
ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA Analisis Usaha Budidaya Analisis Usaha Pembenihan Ikan Lele Dumbo di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten...
-
Surat P erjanjian J ual- B eli W arnet dan W artel Kami yang bertanda tangan di bawah ini: I. ...
-
Surat Perjanjian Pertanggungan Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : (….) Alamat ...
-
Tidak seperti bahasa C dan C++ var Php bisa dideklarasikan . jadi anda bisa menciptakan var kapanpun di manapun ketika kita memelukannya n...
-
jika kita membicarakan ponsel kita hang maka kita bisa mencoba melakukan beberapa hal di bawah ini: 1. Matikan Ponsel anda dan lepas juga ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar